|
Pupuk KLOF merupakan salah satu jenis pupuk organik yang telah dikembangkan melalui penelitian secara mendalam di laboratorium dan pengujian secara langsung pada berbagai lahan pertanian dan perkebunan. Adapun pupuk KLOF terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman secara vegetatif maupun generatif dan mampu meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan secara signifikan.
Secara umum, jenis pupuk terbagi atas 3 kelompok besar yaitu :
1. Pupuk Kimia
2. Pupuk Organik
3. Pupuk Hayati
Dari klasifikasi tersebut, pupuk KLOF termasuk dalam klasifikasi pupuk organik yang aman dan ramah lingkungan serta praktis dalam pengaplikasian. Pupuk KLOF terdiri dari 3 tipe yaitu :
Type I dikenal dengan " Tipe Karet "
Kemasan : Bags dominan warna hijau.
Berat : 25 kgs
Formula KLOF khusus untuk tanaman karet.
Type II dikenal dengan " Tipe Padi "
Kemasan : Bags dominan warna pink.
Berat : 25 kgs
Formula KLOF untuk tanaman padi, jagung dan tebu.
Type III dikenal dengan " Tipe Buah "
Kemasan : Bags dominan warna ungu.
Berat : 25 kgs
Formula KLOF untuk tanaman kelapa sawit, kakao, kopi, buah-buahan dan sayuran.
Pupuk KLOF diperdagangkan dengan menggunakan logo bunga teratai serta menggunakan merek " KLOF " yang memiliki sertifikat merek dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia No. IDM000276837.
Adapun Pupuk KLOF telah melalui uji mutu dan uji efektivitas dengan hasil memenuhi persyaratan sebagai pupuk organik dan pembenah tanah pada Departemen Pertanian Pusat Perizinan dan Investasi No :
G 498/ORGANIK/DEPTAN-PPI/II/2010
Bentuk Pupuk KLOF adalah butiran berupa pellet dengan ukuran 4-5 mm dan berwarna hijau kehitaman.
Dari segi kualitas, pupuk KLOF memiliki keunggulan 2.5 kali dari pupuk lain.
Kandungan alaminya sangat baik bagi keseimbangan pH tanah.
Pupuk KLOF berfungsi sebagai trigger dan bersifat tunggal tanpa memerlukan penambahan pupuk lain.
Keuntungan menggunakan pupuk KLOF :
1. Memperbaiki sifat fisik dan sifat kimia tanah.
2. Meningkatkan bahan organik tanah.
3. Mengaktifkan mikro organisme tanah yang menguntungkan bagi tanaman.
4. Meningkatkan unsur hara yang tersedia bagi tanaman.
5. Meningkatkan pertumbuhan bulu akar tanaman sehingga penyerapan unsur hara
lebih efektif dan efisien.
6. Mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk kimia.
7. Dapat berfungsi sebagai pestisida dan insektisida.
8. Meningkatkan hasil produksi per satuan luas dan meningkatkan kualitas hasil
baik bentuk maupun rasa.
9. Mempercepat pertumbuhan tanaman baik vegetatif maupun generatif.
10. Aplikasi mudah dan menghemat tenaga kerja.
|