More.....
   

Meningkatkan unsur hara yang tersedia bagi tanaman, Mempercepat pertumbuhan tanaman baik vegetatif maupun generatif, Aplikasi mudah dan ekonomis.

Pemberdayaan Petani dan Aplikasi Pupuk Organik KLOF di Sumatra Barat,,,

Padi merupakan komoditas strategis yang mendapat prioritas utama dikarenakan sebagai kebutuhan bahan pangan pokok.  Berbagai usaha telah dilakukan dalam memacu peningkatan produksi lewat penggunaan pupuk yang dapat meningkatkan hasil panen. Reaksi yang diperoleh dapat berdampak positif dan negative. Salah satunya penggunaan  pupuk yang berlebih untuk penanaman tanaman padi dapat menyebabkan polusi baik dalam lingkungan tanah sehingga kondisi tanah menjadi sangat tidak subur, tanah tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai media tumbuh tanaman maupun perairan disekitarnya. Padahal fungsi kesuburan tanah didapat dari ketersediaan kandungan unsur hara, karena ketersedian unsur hara sangat menentukan kesuburan tanah. 

Berbeda dengan pemberian pupuk dari bahan organik dapat secara langsung atau tidak langsung meningkatkan ketersediaan dan serapan N tanaman serta menyediakan unsur N, P, K serta unsur-unsur mikro dan sebagai penyangga kation, sehingga unsur hara dalam tanah dapat dipertahankan. 

Untuk mewujudkan pertanian yang dapat meningkatkan kualitas hasil panen maka saat ini Pemerintah telah menggalakkan budidaya tanaman padi metoda SRI. Budidaya tanaman padi metoda SRI skala kecil dapat menumbuhkan kearifan lokal dan menyehatkan masyarakat, disisi lain SRI dalam skala besar membangkitkan semangat agrobisnis yang mengutamakan produktivitas tinggi, berdaya saing dan ekologis.

Klof merupakan  Pupuk organik bersifat tunggal tanpa penambahan pupuk  kimia, berbentuk padat  berwarna hijau kehitaman, berkualitas 2,5 kali dari produk lain dan nutrisi utama dan pendukung ada dalam satu produk.

Adapun Klof turut mendukung penggalakan metode sistem penanaman padi SRI dengan perpaduan metode SRI dan KLOF. Dan pada kesempatan ini, kami  mengaplikasikan pupuk KLOF-SRI di di Kab. Agam dan Kodya Payakumbuh, Sumatra Barat.

Tepatnya pada bulan Maret 2012, program pemberdayaan petani dan aplikasi metode SRI-KLOF dilaksanakan.

slide1.jpg

 

 

 

 

 

 

 Bpk. Hendrix bersama dengan kelompok tani.

 

copy_of_slide1.jpg

 

 

 

 

 

Bpk. Juwito dan PPL AB sedang memberikan paparan tentang pelaksanaan kegiatan pemberdayaan petani KLOF-SRI.

 

 Uji benih dilakukan dengan menggunakan larutan air garam, kadar garam cukup dilarutkan dalam air jika telur itik yang dimasukkan telah mengapung.  Benih yang akan diuji dimasukkan ke dalam larutan garam.  Benih yang kurang bermutu, masih muda, hampa atau kurang berisi akan mengapung, sedangkan benih yang berkualitas baik (berisi penuh) akan tenggelam.  Benih berkualitas yang didapat kemudian dicuci dan direndam dengan daun paitan atau daun mahoni atau biji mahoni selama 24-48 jam untuk memberi kekebalan terhadap hama. Setelah itu benih dikering-anginkan dan diperam selama 24-48 jam sampai benih muncul kecambah.

slide2.jpg

 

 

 

 

 

Benih Padi yang tenggelam merupakan benih padi berkualitas baik.

 

copy_of_slide2.jpg


 

 

 

Benih Padi setelah diangin-anginkan kemudian diperam.

 

 

Persemaian dapat dilakukan di lahan persemaian atau nampan.  Media tanam yang digunakan ialah campuran antara tanah, kompos dan pasir serta pupuk organik klof  dengan perbandingan 1:1:1.  Media tempat persemaian terlebih dahulu dilapisi dengan daun pisang kemudian media tanam dimasukkan dan diaduk merata dengan ketebalan 4-5 cm.  Setelah itu benih ditutup tanah secara tipis dan merata.  Persemaian disiram setiap pagi dan sore dengan kondisi tidak kering dan tidak tergenang. 

copy_of_slide3.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

slide3.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Langkah selanjutnya : Pengolahan Lahan Tanam

Pengolahan lahan dilakukan 4-7 hari sebelum tanam.  Pengolahan  lahan pertama menggunakan traktor penghancur dengan arah searah, lalu dibiarkan ± 3-4 hari, setelah itu olah lahan kedua  menggunakan traktor perata tanah dengan arah memotong arah olah lahan pertama.  Selain menggunakan  traktor, olah tanah juga dapat dilakukan secara manual menggunakan cangkul dan alat perata yang terbuat dari kayu.  Setelah dilakukan pengolahan,  tanah dibiarkan selama ± 1 minggu, kemudian siap untuk tempat penanaman. 

                           

copy_of_slide4.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7 hari kemudian lahan tanam siap untuk digunakan,,,

Namun sebelum dilakukan penanaman, terlebih dahulu dibuat petakan berupa parit/saluran disekeliling bagian pinggir atau apabila petakan besar dibuat parit dibagian tengah untuk aliran air atau tempat menggenang air.  Pembuatan parit di sekeliling bagian pinggir bertujuan untuk pengaturan air lebih cepat dan merata,pembuatan parit kecil sekeliling dalam dari petak sawah dan melintang di tengah sawah.  Untuk jarak tanam persegi berukuran 25x25 cm, 27x27 cm, 30x30 cm, 35x35 cm dan 50x50 cm sedangkan untuk jajar legowo 40x20x20 cm dan 30x40x15 cm. Jarak tanam lebar pada metode SRI lebih dari 25x25 cm dimaksudkan untuk memberi kesempatan pada tanaman dalam pembentukan anakan, pertumbuhan akar dan masuknya cahaya ke sela-sela tanaman.

 

slide4.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahwa jarak tanam pada metode SRI minimal 25x25 cm.  Pada prinsipnya tanaman harus mempunyai ruang cukup untuk tumbuh.  Jarak tanam yang optimum semakin meningkatkan jumlah anakan produktif, karena persaingan antara oksigen, energi matahari dan nutrisi semakin berkurang.

 

 slide5.jpg

 

 

 

 

 

 

Penanaman bibit dangkal sekitar 1-1,5 cm hingga bagian bulir terbenam dengan perakaran seperti “huruf L”. Kondisi akar  horizontal  sehingga membentuk “huruf L”  agar akar tanaman langsung tumbuh dan nutrisi pada bulir tetap efektif digunakan untuk pertumbuhan tanaman tersebut. 

Dari sisi kondisi air harus tetap dalam keadaan basah tetapi tidak menggenang, perkembangan tanaman di tanah tidak tergenang memiliki mikroorganisme tanah lebih baik, selain itu jumlah sel produktif meningkat dan keuntungan lain yang diperoleh yaitu hama lebih terkendali.  Tanah cukup dijaga lembab selama fase vegetatif sehingga memungkinkan lebih banyak oksigen bagi pertumbuhan akar. Tanah dikeringkan sampai retak agar oksigen dari udara mampu masuk ke dalam tanah mendorong akar untuk mencari air.

 

slide6.jpg

 slide7.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistem irigasi pada SRI ialah irigasi berselang yaitu kondisi air yang tidak selalu tergenang tetapi hanya macak-macak dan pada periode tertentu (pertumbuhan generatif) tanah harus dikeringkan sampai retak.

Penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma, menggemburkan tanah agar meningkatkan aerasi tanah sawah sehingga suplai udara (oksigen) cukup tersedia didalam tanah, merangsang pertumbuhan anakan. Penyiangan pertama dilakukan 10 hari setelah bibit padi ditanam.

 

 copy_of_slide7.jpg

 

 

 

 

 

 

 

Aplikasi Pupuk Penggunaan Klof

 

slide8.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Total penggunaan Klof untuk tanaman padi  adalah 100 Kg/Ha

dengan rincian sebagai berikut :

  Persemaian 5 Kg/Ha.

Direndam untuk disemprotkan 20 Kg/Ha (disemprotkan 10 hari sekali sampai panen).

Pemupukan I pada umur 10 HST dengan dosis 75 Kg/Ha

Pemupukan II pada umur 25 HST dengan dosis 100 Kg/Ha

 

 

 slide9.jpg

 

 

 

 PPL AB memberikan pengarahan mengenai proses  Penyulaman tanaman padi.

 

 

 

 

Perkembangan tanaman padi  KLOF,,,, 

slide10.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Umur 10 hst tanaman padi KLOF.

 

slide12.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Umur 20 hst tanaman padi KLOF.

 

 

slide13.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Umur  40 hst tanaman padi KLOF.

 

 

slide14.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Umur 55 hst tanaman padi KLOF.

 

 slide11.jpg

 

 

 

 

Pemilik Lahan aplikasi KLOF SRI bersama dengan PPL AB meninjau perkembangan tanaman padi SRI-KLOF,,, 

 

 

 

 

 

Hasil pengamatan terakhir pada Bulan Mei 2012, aplikasi KLOF-SRI menunjukan bahwa pertumbuhan tanaman padi sangat baik dan subur. Ketinggian tanaman padi mencapai 61.2 cm dibandingkan dengan tanaman padi tanpa KLOF mencapai 54.6 cm. Dari segi perkembangan jumlah anakan perbtg, tanaman padi KLOF mempunyai 29.2 anakan sedangkan tanaman padi tanpa KLOF hanya 15,8.

Tentunya, bagi para pemilik lahan mendapatkan hasil yang memuaskan dengan menggunakan pupuk organik KLOF. Pupuk organik KLOF secara langsung telah mendukung gerakan “ Save Our Earth, Save our children “. Nantikan liputan kegiatan panen yang dijadwalkan pada awal Juli 2012 pada news kami berikutnya,,,, Go Green Go Organic,,, ^_^

 

 

 
< Prev   Next >
Copyright © 2018 Anugerah Bersama - All rights reserved